IRAMA ORKES MELAYU LAWAS

Live Musik Melayu Lawas

clock counter

Minggu, Mei 03, 2009

Minder Penghalang untuk maju.

PERASAAN RENDAH DIRI SULIT UNTUK MENGEMBANGKAN KARIER


  • Kalau di teliti dengan seksama dari suatu sisi, maka perasaan " rendah diri " atau boleh juga diartikan Tidak Percaya Diri, adalah suatu hal yang sama sekali tidak cocok dijadikan sebagai landasan yang baik untuk menginginkan tercapainya suatu tujuan. Perasaan inilah yang selalu jadi penghambat untuk maju kedepan dan untuk mencapai kesuksesan, karena adanya keragu-raguan, cemas, curiga, takut tyang ak beralasan dan pesimisme yang selalu mencengkram. Memang benar-benar tidak memberi manfaat sama sekali.Perasaan Minderwaardigheid-complex atau Imferiority-complex ( Perasaan Rendah Diri ) ini sangat jauh berbeda dengan Perasaan " Rendah Hati ".
  • Orang yang telah dikuasai perasaan dan sifat rendah diri, selalu merasakan bahwa tidak ada kemampuan yang diandalkan, merasa serba kurang, serba salah, serba tak bisa untuk mengerjakan sesuatu, tidak seperti orang lain. Wajah dan pandangan matanya selalu muram, jalannya gontai loyo tak bersemangat. Bila bertemu pandang dengan orang lain maka tanpa disadari kepalanya menunduk. Terlebih-lebih lagi dihadapan orang yang dirasanya lebih kaya, pandai dan berkuasa. Tidak hanya kepala yang terkulai, bahkan seluruh tubuhnyapun lemas tak berdaya. Hatinya benar-benar menciut.
  • Jelas perasaan tersebut menjadikan seseorang tidak berani memikul resiko, tak berani berurusan, senantiasa menghidari dari tanggung jawab, dikritik sedikit maka lari terbirit-birit. Semua perkerjaan tanpa disertai konsekwensi, berpaling dari kenyataan dan tidak pernah mau untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan yang besar dan berharga, baik untuk dirinya sendiri apa lagi untuk diri orang lain.
  • Tak sedikit hitungannya, banyak orang-orang atau para remaja yang telah memiliki diploma dari perguruan tinggi, berpendidikan tinggi dan banyak pula sudah memperdalam ilmunya dengan berbagai macam kursus dan pengetahuan-pengetahuan yang telah dipelajarinya, ia tahu ilmu kemasyarakatan tetapi tidak mampu menghadapi masyarakat itu sendiri, ia hebat berbahasa inggris tapi tak sanggup bergaul dengan orang inggris. Pendek kata ia tahu itu dan ini, namun dalam pergaulannya sehari-hari ia tak pernah ditonjolkan orang kedepan. Bagai mana tidak, jika ia ditonjolkan orang kemuka ia malah mundur. Maksud hati ingin maju dan berkembang, namun disisi lain ada perasaan rendah diri yang menguasai jiwanya maka mau tak mau terjadilah didalam dirinya suatu kompliks, dengan demikian timbullah didalam benaknya bermacam-macam kebimbangan dan keragu-raguan. Seandai kata ia melakukan juga pekerjaan yang dikerjakannya, maka perkerjaan itu seringkali menghasilkan hasil yang setengah-tengah jauh daripada memuaskan. Misalnya disaat ia melakukan perkerjaan itu ada yang merintangi sedikit saja, tanpa banyak komentar iapun lari terbirit-birit meninggalkan pekerjaan itu, ia sama sekali tidak ada lagi kemauan dan pikiran untuk mengatasinya.
  • Seyogyanya bagi setiap orang yang beragama, tidak pantas rasanya memelihara dan memiliki sifat dan perasaan yang merugikan itu. Terlebih-lebih lagi mereka yang beragama Islam. Khusus bagi yang beragama Islam, setiap memulai shalat selalu dimulai dengan membaca Allahu Akbar ( Allah saja yang Maha Besar ) lalu siapakah kiranya yang pantas untuk dibesar dan diAgungkan selain Allah ? Tentunya kita berkeyakinan sama sekali tidak ada.
  • Kita secara pasti sudah tahu, bahwa semua mahluk yang hidup diatas alam semesta ini adalah sama, sama-sama dijadikan oleh kebesaran Allah SWT. Begitu pula halnya dengan manusia, mereka sama-sama cucu Adam dan Hawa yang dijadikan Tuhan dari segumpal tanah. Mereka manusia sama - sama memerlukan makanan, minuman, pakaian, pergaulan, dan lainya. Kesemuanya itu tidak ada pengecualiannyaapakah dia seorang Profesor, Doktor, Insinyur, Miskin, kaya, buruh, tani, dsb. Pokoknya segala kebutuhan mereka tidak berbeda dengan kita, cuma cara untuk memenuhi kebutuhan itu saja yang berlainan.
  • Disini dapat ditarik sebuah kesimpulan, bahwa manusia itu seluruhnya adalah sama, baik ditinjau dari segi keadaan maupun dari segi bentuknya. Setelah adanya persamaan seperti itu, maka kuranglah wajar dan terpuji kalau kita merasa rendah diri terhadap sesama manusia, hanya disebabkan oleh sesuatu sebab, seperti kemiskinan, kurang pendidikan, penderitaan ataupun lantaran adanya cacat tubuh.
  • Kita tak perlu kagum bahkan memujanyakepada orang-orang yang menamakan dirinya " jutawan, hartawan, cendikiawan, berilmu dan seterusnya, karean kesemuanya itu belumlah sebanding dengan kesempurnaan Sang Pencipta. Kendatipun demikian kita sebagai orang yang hidup bermasyarakat, wajib kiranya memberikan rasa hormat dan resfektip kepada mereka. Disamping itu janganlah kita menggangap diri kita sebagai manusia yang lemah dan tidak mempunyai daya upaya.
  • Orang lain yang keadaan tubuh maupun kebutuhan serta keperluannya sama saja dengan kita, bisa memperoleh dan mencapai kesuksesan dengan prestasi kerja yang menggembirakan. lalu kenapa kita tidak bisa melalkukannya ? Padahal kita sudah tahu prinsip kesuksesana usaha adalah : tiap-tiap ada kemauan tentu ada jalan.
  • Seseorang berujar dengan nada minder : " Tetapi sayakan hanya tukang sepatu ". Biarpun engkau tukang sepatu, besarkanlah selalu hatimu dan bersemangatlah untuk berusaha dan berjuang lebih keras lagi, jangan merasa rendah diri. Mussolini, bekas pentolan Italia, iapun asalnya bekas seorang tukang sepatu, tak bersekolah tinggi, dan ayahnyapun tukang sepatu pula. " Saya hanya seorang tukang besi " ujar yang lain memelas. Tahukah Hitler ditaktor Jeman yang ditakuti dan disegani kawan maupun lawan, iapun adalah seorang tukang besi pula. Oleh karean ia tak pernah patah semangat dalam perjuangan hidupnya, akhirnya ia memperoleh sukses yang gilang gemilang didalam catatan sejarah. " Ah. . mataku buta " celetuk seseorang. Dr. Thaha Husien, matanyapun buta, karena tak pernah terselip perasaan rendah diri, beliau akhirnya menjadi seorang guru besar pada Egyptian University.
  • Dimana-mana tentunya kita sudah mendengar dari berbagai berita, bahkan mungkin pernah pula menyaksikannya dari contoh-contoh yang baik seperti uraian diatas. Bagaimanapun kondisi dan keadaan seseorang, bila bersemayam semangat dan kemauan yang keras membaja didalam dirinya, serta tak pernah ada perasaan rendah diri mendikte suara-suara negatip, sudah barang tentu ia akan mendapatkan keberhasilan untuk mencapai cita cita dan tujuannya.
  • Orang yang suka memanjakan sifat dan perasaan rendah diri itu, setiap dicalonkan jadi pengurus ia cepat-cepat menolaknya, setiap diketengahkan menjadi pemimpin ia mundur kepinggir. Dan bila diorong - dorong keatas iapun cepat melorot kebawah. Oleh sebab itu orang yang telah terkontaminasi perasaan rendah diri, takut menyebut kebenaran, apalagi dihadapan orang banyak. Semakin tenggelam kedalam lumpur rendah diri, maka semakin tidak ada lagi harga diri dan lenyap pulalah kepribadiannya.
  • Selanjutnya usahakan, janganlah sekali-kali mencoba atau sengaja merendahkan diri kepada seseorang dengan motivasi yang mengharapkan keuntungan dari hasil sifat yang tercela itu. Perbuatan ini adalah awal dari yang menuju kepada sifat rendah diri. Tanpa disadari sifat tersebut akhirnya kelak akan menjelma menjadi jurang yang amat dalam yang bisa menghancurkan segala-galanya untuk diri sendiri.
  • Sehubungan dengan itu pernah Nabi Muhammd SAW bersabda : " Siapa yang suka merendahkan diri dihadapan orang kaya karena mengharapkan keuntungan dunia, maka musnahlah seprtiga agamanya dan dia akan masuk kedalam Neraka "
  • Minder, bila sudah berurat berakar, sulit diatasi. Kecuali diberantas dengan kesungguhan hati dan kontinu sambil berpegang kepada ajaran Agama dengan hikmahnya. Dengan demikian ia dapat meraih kembali kekuatan dan kepercayaan akan kemampuan diri. Menyadari bahwa kekeliruan yang pernah diperbuat sebenarnya memalukan. Oleh karena itu pernah Imam Ghazali mengatakan : " Rendah hati perlu, tetapi rendah diri membawa malu ".
  • Uraian diatas harap jangan salah tafsir, uraian tidak menganjurkan agar kita mempunyai ambisi besar berlebihan yang ingin mengatasi segala-galanya tanpa menperhatiakn kepentingan orang lain. Bukan pula mendidik kita menjadi orang keras kepala ingin menang sendiri tanpa dibarengi kebijaksanaan.Dan juga bukan untuk menggodok sehingga merubah perangai angkuh, sombong, congkak dsb.
  • Nah sekarang, apakah ada juga orang yang merasa rendah diri di dunia maya ? dunia yang sangat luas sekali pergaulannya tanpa batas baik ruang maupun waktu, begitu pula penggunanya tak terkecuali, tua muda , kaya miskin, pandai, kurang pendidikan dan sebagainya.
  • Komunitas pergaulanpun tidak dekat saling berjauhan letaknya, terkadang masih belum kenal satu sama lain. Kapan dan dimanapun bisa saja saling berkomunikasi dan berhubungan, ada yang diwarnet, dirumah, diperjalanan, dan dimana saja bisa bermain internet.
  • Namanya rendah diri dan sudah kuat tertanam di diri seseorang tetap diperlakukannya sama saja seperti dunia nyata.
  • Hati kepingin, ide setimbun, semangat sudah mulai menyala, kemampuan berselancar di internet boleh dikatakan oke. Maksud hati mau bikin blog-blogan, mau diskusi di forum, mau chat dsb. Tapi setelah mau dijalani mundur lagi dengan alasan macam-macam. Malulah, takutlah, nggak bisalah, kalahlah karena ilmunya sama orang-orang yang bermain diinternet jauh ketinggalan.
  • Antara adanya semangat, kemudian diinjak-injak oleh perasaan tadi, maka akan timbul keragu-raguan, maju dan mudur. Akhirnya panasaran yang berkepanjangan, menjadi orang penghayal besar didunia hayalannya sendiri.

" Rendah Hati perlu, tetapi Rendah diri itu membawa malu "

Hanya sampai disini dulu tulisan ini. Mohon maaf bila tulisan ini tidak bisa dipahami dan dimengerti isinya, karena saya tidak berpengalaman dalam tulis menulis sehingga susunanannya serampangan dan tak beraturan. Begitu pula dalam soal blog-blog-an.

Wassalam.












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bila ada saran dan komentar anda, silahkan tulis disini.